Apa itu Aura?

auraAda pepatah mengatakan “Tak kenal maka Tak sayang”, pepatah itu berarti jika Anda tidak mengetahui tentang hal tersebut maka Anda tidak Akan menyukai hal tersebut. Nah, Sebelum Anda tahu lebih jauh tentang dahsyatnya kekuatan tentang aura mungkin Anda perlu ketahui dulu tentang “Apa Aura itu”?

Mungkin banyak orang yang mengaitkan aura dengan sebuah hal-hal yang mistik atau berbau klenik. Lalu apakah benar itu semua?? Tentu saja tidak. Perlu bukti?

Banyak para ilmuwan-ilmuwan yang meneliti dan mencoba menemukan jawaban bagaimana terbentuknya aura dan bagaimana Cara kerjanya. Di Edwardian London, Dr. Walter J. Kilner sangat berhasrat untuk mendalami tentang aura. Ia melihat hasil kerja dari aura memang benar-benar ada dan berubah menurut keadaan pasien. Dengan didasari hal tersebut kemudian ia menciptakan sebuah alat diagnosa yang disebut layar Kilner. Alat ini berfungsi untuk melihat mendiagnosa penyakit dengan didasari dengan tiga lapisan aura yang dilihat.

Kemudian di Amerika, dua orang ilmuwan yaitu Harold Saxton Burr dan F.S.C Northop menemukan bahwa adanya gelombang listrik yang menyelubungi setiap ciptaan Tuhan. Mereka dapat membuktikannya dengan Voltmeter.

Nah ada satu lagi ilmuwan yang mengadakan penelitian tentang aura. Dia adalah Dr. Victor Inyushin. Ilmuwan asal Universitas Kazakh Rusia ini, meyakini bahwa aura tersusun atas medan energy yang disebutnya dengan “bioplasmik”, yang tersusun atas ion-ion proton, dan electron. Dan ini sangat berbeda sekali dengan 4 wujud benda yang sudah banyak orang tahu,: plasma, gas, cairan dan benda padat.

Dan kalau saya simpulkan aura adalah gelombang listrik yang berada menyelubungi sebuah benda, dimana gelombang listrik itu berubah menjadi cahaya yang merefleksikan keadaan fisik atau kejiwaan seseorang.

Sekarang, Anda tidak perlu ragu untuk mengetahui dan mendalami tentang aura. Karena sudah dibuktikan secara empiris tentang keberadaan aura itu sendiri. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa tubuh manusia diselubungi gelombang listrik yang kemudian disebut dengan aura. Aura ini merupakan perlambangan dari kondisi energy, kesehatan, dan karakter seseorang. Aura memiliki lapisan-lapisan, dan setiap lapisannya memiliki fungsi tersendiri.

Pada diri manusia, aura terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam disebut dengan aura inti (eterik) dan bagian luar yang biasa disebut dengan aura bias (astral). Lapisan inti (eterik) adalah lapisan yang paling dekat dengan tubuh manusia dan paling tebal. Lapisan ini yang sering terlihat ketika seseorang baru berlatih untuk melihat aura. Lapisan ini memiliki warna yang bervariasi, yaitu abu-abu sampai dengan biru. Lapisan eterik ini biasanya merefleksikan kondisi tubuh fisik seseorang. Lapisan Luar (astral) adalah lapisan yang merefleksikan tentang cinta dan hubungan dengan orang lain. Bisa juga digunakan untuk merefleksikan kondisi emosi dan mental seseorang. Semakin tebal aura yang terlihat maka semakin besar pula energy yang dipancarkan. Berlaku sebaliknya apabila pancaran aura semakin tipis, semakin tipis pula energy yang dipancarkannya.

Konon, pancaran aura seseorangdiyakini bisa memperlihatkan tingkat kesuksesan, keberuntungan dan lain sebagainya. Benarkah semua itu? Jawabannya Akan dijelaskan secara jelas dan ilmiah dalam buku ini. Anda ikuti saja uraian-uraian di buku ini dan pastikan jangan ada satu Bab yang terlewat, karena kunci kesuksesan AndaAkan terkuak setelah Anda selesai membaca buku ini.
Tidak dapat dibohongi, dewasa ini banyak sekali masyarakat yang ingin tahu warna aura dirinya. Menurut mereka, mereka ingin tahu sebesar apa kemungkinan mereka untuk mendapatkan peluang sukses dalam dirinya. Memang benar aura manusia dapat merefleksikan emosi, mental dan fisik seseorang, tetapi perlu diketahui bahwa aura memiliki sifat yang sangat dinamis tergantung kondisi dirinya saat itu.

Apa boleh dikata, kadang masyarakat kita selalu berfikir pendek tentang penggambaran aura. Mereka bersuka cita apabila mendapatkan aura mereka positif. Namun, mereka menjadi galau apabila mendapat pencitraan aura yang negative. Lalu benar kah paradigma seperti itu? Tentu itu salah. Sekali lagi saya jelaskan bahwa aura manusia sangat dinamis, bahkan setiap detik, menit, jam mereka dapat selalu berubah-ubah. Semua tergantung pada diri orang tersebut. Bisa saja ketika orang tersebut melakukan pencitraan aura, orang tersebut dalam keadaan yang kurang baik sehingga pencitraannya pun negative. Dan mungkin ada orang lain yang melakukan pencitraan aura pada saat kondisinya bagus sehingga hasil pencitraannya pun positif.

Lalu apakah aura manusia dapat diubah? Dan Bagaimana mengubahnya? Jelas, setiap orang pasti bisa mengubah aura pada dirinya. Itu semua bergantung pada sikap positif dan pola berfikir positif yang Anda ciptakan. Khusus untuk Anda, semua hal tersebut Akan saya bahas secara tuntas pada penjelasan-penjelasan selanjutnya. Saya ingatkan sekali lagi, bacalah buku ini sampai selesai, dan saya jamin aura kesuksesan AndaAkan semakin kuat.