Aura Mistik atau Ilmiah ? Halal atau Haram ?

Aura, Aura, dan Aura….Heemmm…Anda pasti akhir-akhir ini sudah sering  mendengar istilah “AURA” yang disebutkan banyak orang. Mungkin sudah banyak yang mengetahui tentang aura dari sebuah liputan televisi, radio dan majalah-majalah lainnya, hanya saja mereka mungkin belum begitu paham dengan aura ini. Kebanyakkan dari mereka tidak berminat untuk mengetahui tentang aura lebih dalam lagi, maka tidak heran kalau kemudian banyak kalangan menyalahpahami aura sebagai sesuatu yang bersifat klenik-megis-mistik. mereka berfikir Aura bukanlah sesuatu yang bersifat ilmiah dan terkait dengan ilmu pengetahuan.

indexDalam kisah-kisah tentang orang suci atau para Nabi, aura sering digambarkan sebagai lingkaran Halo – lingkaran cahaya yang menyelubungi kepala orang suci dengan beragam warna. Lingkaran Halo ini juga sering digambarkan menyerupai cahaya yang memancar dan berwarna warni dari dalam tubuh seseorang, dan cahaya inilah yang disebut AURA.Anda mungkin belum pernah melihat dan merasakan aura Anda, tetapi jangan sampai hal ini mengahalangi Anda menemukan sesuatu yang kuat secara sadar menghubungkan Anda dengannya. Aura benar-benar ada, apa yang Anda perlukan adalah percaya dan bekerja sama dengannya pada tingkat dasar. Sebenarnya Anda telah memiliki hubungan yang baik sekali dengan aura Anda, walaupun Anda tidak menyadarinya. Pikirkan aura sebagai medan energi pribadi. Medan pribadi ini akan melindungi Anda dari pengaruh luar yang berbahaya, walaupun untuk itu diperlukan bantuan dari Anda, dan menjaga agar fisik Anda tetap dalam kondisi sehat. Maka, semakin cepat Anda mengenali dan menghargainya, Anda akan merasa semakin baik.

Tahukah Anda, manusia, benda-benda, tanaman dan binatang memiliki pancaran medan magnet yang menjadi selubung dirinya, yang biasa dikenal dengan “AURA”.  Yang dimaksud  Aura yaitu suatu lapisan energi yang menyelubungi setiap manusia dan segala sesuatu benda/makhluk hidup lainnya. Bila dilihat, lapisan tersebut berupa sebuah pancaran sinar dari medan elektromagnetik yang ada di syaraf kita dan memancar dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namun demikian, aura dari masing-masing makhluk tersebut berbeda antara satu dengan yang lain, artinya masing-masing memiliki ciri yang berbeda. Tuhan memberikan aura kepada makhluk ciptaan-Nya sesuai dengan kadar dan kondisinya masing-masing. Itu artinya aura untuk manusia adalah untuk manusia, aura untuk binatang adalah untuk binatang, aura untuk benda adalah untuk benda, jadi tidak ada aura yang sama antara satu jenis makhluk hidup dengan jenis makhluk hidup yang lain. Oleh sebab itu, Aura tidak bisa dilihat oleh pandangan mata biasa. Namun mata yang memang sudah terlatih untuk itu, akan bisa melihatnya tanpa bantuan alat apa pun.Dalam pengertian di atas, lebih sederhana aura diartikan sebagai pancaran energi yang berasal dari dalam tubuh manusia, biasanya melambangkan kondisi energi, kesehatan, emosi, mood, karakter seseorang, bahkan keberuntungannya. Jika seseorang sedang sehat, lahir maupun batin maka pancaran sinar auranya akan menebal, sebaliknya jika seseorang dalam kondisi tubuh sakit, baik lahir maupun batin maka sinar auranya akan redup, tipis dan samar. Namun, jangan beranggapan bahwa aura yang samar mengindikasikan penyakit. Kita semua memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan aura kita apabila dibutuhkan, walaupun kita tidak sungguh-sungguh menyadari apa yang sedang kita lakukan.
index

Asal mula Aura, aura itu muncul dari aktivitas listrik yang menjalar di sel-sel syaraf kita. Besarnya listrik yang ada di sel syaraf kita hanya beberapa volt saja, aliran listrik kita ini seperti listrik yang menjalar di kabel listrik. Ini membuktikan adanya medan elektromagnetik dari aliran listrik.  dan inilah sebabnya aura dikenal juga sebagai biolistrik. Otak merupakan pusat saraf manusia, miliaran sel saraf berada di dalam otak.

Keberadaan Aura juga sudah diteliti oleh S.Kirlian pada tahun 1935, penelitian ini menggunakan suatu alat fotografi bertegangan tinggi untuk melihat medan energi di sekitar kaki dan tangan manusia. teknologi ini dikenal dengan nama Fotografi Kirlian. Para ahli lainnya pada tahun 1985 melakukan penelitian Aura denga Fotografi Aura.  Fotografi aura ini berupa foto (gambar) yang tidak bergerak, dan berupa warna-warna aura seseorang, yakni warna-warna yang menunjukkan kondisinya pada saat diambil foto auranya. Perbedaan foto aura dengan foto kirlian, kalau foto aura dilakukan pada seluruh tubuh (yang dipotret seuruh tubuh), kalau foto kirlian dilakukan dengan menempelkan salah satu anggota tubuh kita ke suatu alat (pengambil gambar) sehingga akan tampak pola energi yang mengelilingi anggota tubuh tersebut. Berdasarkan perbedaan tersebut, penelitian yang dianggap lebih objektif adalah foto kirlian karena aura bisa berubah seiring dengan perubahan emosi, suasana hati dan sebagainya.

Pada tahun 1998 seorang peneliti asal Jerman yaitu Fisslinger dengan computerized multimedia biofeedback berhasil melihat secara langsung dan dinamis aura seseorang di layar monitor, alat tersebut dinamakan Station Aura Video. Dengan menggunakan alat tersebut dapat diketahui kondisi diri seseorang yang sesungguhnya (seberapa tinggi tingkatan stresnya, berapa level energi di badannya, seberapa besar kebutuhannya akan rileksasi, bagaimana kondisi emosi dirinya, grafik analisis pikiran badan dan jiwanya?).

Pandangan modern tentang Aura menuntut adanya bukti yang ilmiah. Maka dari itu, ilmuwan-ilmuwan pun menelitinya.  Dr.Walter J Kilner dari Edwardian London menciptakan “layar Kilner” untuk melihat Aura. Dan dapat dinyatakan bahwa Ia melihat adanya 3 lapisan aura, yakni lapisan pertama yaitu aura inti (bagian yang paling dekat dengan permukaan tubuh, biasanya disebut sebagai aura kembaran kita), lapisan kedua yakni terletak di atas aura inti (aura bagian dalam, biasanya mencerminkan keadaan kesehatan si pemilik tubuh), lapisan ketiga yakni aura bagian luar (aura ini sangat berpengaruh oleh keadaan mental/ suasana kebatinan si pemilik tubuh, biasa disebut dengan aura astral). Terlepas dari berbagai kekurangannya, aura manusia bisa dilihat melalui beberapa teknologi foto aura. Melalui kamera Kirlian, kita juga bisa melihat paduan warna yang melingkar di sekitar tubuh kita. Intinya, Aura dapat dilihat secara empiris.

Dari hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan dan sudah jelas terbukti bahwa Aura itu merupakan suatu energi yang Alamiah yang berasal dari tubuh mahkluk hidup sejak dia dilahirkan dan bukan merupakan suatu bersifat mistik-klenik-ghaib, dan untuk mengetahui keberadaan aura diperlukan suatu proses atau menggunakan alat tertentu.